Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

[PUISI] Anekdot Rasa

[PUISI] Anekdot Rasa
ilustrasi perempuan kehujanan (pixabay.com/pexels)

Semilir angin menusukku dalam dingin tak berkesudahan
Embun pagi terbasuh hujan yang semakin deras
Mengingatmu menimbulkan sejuta perasaan cemas
Untuk kesekian kali aku kehilanganmu, lagi, lagi, dan lagi

Semakin lama, candamu semakin mengukir laraku
Namun, bodohnya imajiku masih meraba keberadaanmu
Menunggumu yang tak akan hadir kembali
Sungguh, anekdot rasa yang kau ciptakan menabur perih di hati

Cerita kita hanyalah lelucon tanpa alur yang pasti
Pergimu akan menjadi salah satu episode terpahitku
Aku akan perlahan melupakanmu tanpa kesedihan
Untukmu, terima kasih telah menjadi bagian dari kisah lama yang memilukan

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Kidung Swara Mardika
EditorKidung Swara Mardika

Related Articles

See More

[PUISI] Euforia Lawas

19 Mei 2026, 15:07 WIBFiction
[PUISI] Timeless

[PUISI] Timeless

19 Mei 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Mendekap Ego

[PUISI] Mendekap Ego

18 Mei 2026, 14:07 WIBFiction
[PUISI] Permata Pudar

[PUISI] Permata Pudar

18 Mei 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Merayakan Mimpi

[PUISI] Merayakan Mimpi

17 Mei 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Esok Tanpamu

[PUISI] Esok Tanpamu

17 Mei 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Bawa Aku Pergi

[PUISI] Bawa Aku Pergi

15 Mei 2026, 21:08 WIBFiction
[PUISI] Di Mana Suamiku?

[PUISI] Di Mana Suamiku?

15 Mei 2026, 05:04 WIBFiction