Dari celah dapur yang sederhana
Asap menari lirih ke langit senja
Mengantar wangi bawang dan harapan
Dalam panik yang penuh perjuangan
Tangan itu, penuh sabar dan luka
Mengaduk mimpi dalam kuah seadanya
Tak banyak kata hanya rasa cinta
Yang ia sajikan dalam hangatnya nasi sisa
Asap dapur bukan sekadar kabut
Ia kisah tentang hidup yang tak rebut
Tentang tawa yang tetap bertumbuh
Meski langit kadang terlalu jauh
Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
[PUISI] Asap Dapur
ilustrasi bumbu dalam ulekan (vecteezy.com/Priyo Sanyoto)
Take a Deeper Read
This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Curated For You
- [PUISI] Untuk Aku 19 Jul 2025, 05:04 WIB
- [PUISI] Meramu Tenang15 Jul 2025, 05:04 WIB
Editorial Team
EditorYudha
Related Article
[PUISI] Jejak Air Mata05 Nov 2026, 11:16 WIB
[PUISI] Cinta yang Berlari Tanpa Sepatu05 Nov 2026, 05:04 WIB
[PUISI] Sepasang Mata yang Kian Mencari04 Nov 2026, 21:07 WIB
[PUISI] Bintang Keberuntungan04 Nov 2026, 20:17 WIB
[PUISI] Akhir Pekan Bersamamu04 Nov 2026, 14:47 WIB
[PUISI] Abu Ketamakan04 Nov 2026, 05:04 WIB
[PUISI] Kisah Hati yang Terluka03 Nov 2026, 21:07 WIB
[PUISI] Selamat Tidur, Kenangan03 Nov 2026, 20:17 WIB
[PUISI] Sahabat yang Selalu Ada03 Nov 2026, 09:07 WIB
[PUISI] Selayaknya Tangan Angkasa03 Nov 2026, 08:25 WIB
[PUISI] Malam Biru03 Nov 2026, 08:08 WIB
[PUISI] Nyanyian Bimbang Penyair Miskin03 Nov 2026, 05:04 WIB
[PUISI] Ruang yang Tak Perlu Didatangi02 Nov 2026, 21:07 WIB
[PUISI] Tangan Penyambut Waktu02 Nov 2026, 20:27 WIB
[PUISI] Negeri yang Sibuk Mengukur Bahagia02 Nov 2026, 15:07 WIB
[PUISI] Demokrasi Telah Mati, Kita yang Membunuhnya02 Nov 2026, 14:48 WIB
[PUISI] Ruang untuk Merindu02 Nov 2026, 10:48 WIB
[PUISI] Cinta yang Revolusioner02 Nov 2026, 05:25 WIB
[PUISI] Tiada Guna02 Nov 2026, 05:04 WIB
[PUISI] Ku Eja Namamu01 Nov 2026, 21:07 WIB