Ayah,
Bebanmu yang dipikulmu sangat berat
Sampai kadang kau berjuang jampir sekarat
Menghidupi dengan cinta yang kau peluk erat
Demi senyuman yang terpancar tanpa karat
Ayah,
Engkau berjuang demi kemenangan
Dan pulang membawa uang makan
Terima kasih atas perjuangan yang engkau berikan
Kan kubalas kebaikan saat aku sudah besar
Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
[PUISI] Ayah
![[PUISI] Ayah](https://image.idntimes.com/post/20200820/fromandroid-8be1f1b8c0d1e4afd0c695290c8da017.jpg)
Pexels.com/Maria Lindsey Multimedia Creator
This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Curated For You
- [PUISI] Surat dari Aku Buat Ayah15 Aug 2020, 15:31 WIB
Editorial Team
EditorRobertus Ari
Related Article
[PUISI] Amerta di Tengah Gelap23 Sep 2026, 21:17 WIB
[PUISI] Di Antara Senja23 Sep 2026, 21:07 WIB
[PUISI] Di Antara Gugur dan Tumbuh23 Sep 2026, 17:47 WIB
[PUISI] Rimba Digadai23 Sep 2026, 05:25 WIB
[PUISI] Ia Bukan Lagi Perempuan yang Sama23 Sep 2026, 05:04 WIB
[PUISI] Jam yang Memakan Usia22 Sep 2026, 17:07 WIB
[PUISI] Separuh Percaya yang Dipaksa22 Sep 2026, 05:25 WIB
[PUISI] Dari Luka Tumbuh Kehidupan22 Sep 2026, 05:04 WIB
[PUISI] Daku dan Harap21 Sep 2026, 20:17 WIB
[PUISI] Cinta yang Membuatku Ragu21 Sep 2026, 19:07 WIB
[PUISI] Menutup Pintu Luka21 Sep 2026, 08:48 WIB
[PUISI] Berhenti Saat Remang21 Sep 2026, 05:25 WIB
[PUISI] Musim Baru untuk Pohon yang Lelah21 Sep 2026, 05:04 WIB
[PUISI] Hilang20 Sep 2026, 21:07 WIB
[PUISI] Dunia Bukan Milik Kita20 Sep 2026, 20:17 WIB
[PUISI] Dunia yang Berisik20 Sep 2026, 17:47 WIB
[PUISI] Sajak di Bawah Purnama20 Sep 2026, 05:25 WIB
[PUISI] Sengaja Selaraskan Rima20 Sep 2026, 05:04 WIB
[PUISI] Seperti Simfoni19 Sep 2026, 21:48 WIB
[PUISI] Ketika Luka Mulai Berbicara19 Sep 2026, 21:27 WIB