Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
[PUISI] Babak Pertama yang Tak Pernah Ada
ilustrasi lautan (pexels.com/Jayson Delos Santos)

Aku tidak memilikimu
Tidak berjalan bersisian dengamu
Tidak juga bergandeng tangan denganmu
Apalagi sampai mendapat perhatian darimu

Tuan, apakah kau sadar?
Aku telah jatuh sedalam-dalamnya
Pada perasaan yang tak memiliki ujung
Persis seperti laut

Semua memang salahku
Berani-beraninya aku jatuh cinta
Padamu yang bahkan tidak pernah melirikku

Tetapi, Tuan…
Perasaanku tidak bisa memilih
Pada siapa ia harus melabuhkan cinta
Tidak bisa juga menghentikkan perasaan tulus ini

 Tuan, aku harus apa?
Aku tersiksa oleh cinta sepihak ini
Aku tersiksa oleh perasaan ini
Bahkan, aku tersiksa ketika harus memaksa perasaanku berhenti
Padahal, ia belum masuk pada babak pertama

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team