Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
[PUISI] Bahasa Sunyi di Relung Kalbu
ilustrasi perempuan sendiri (pexels.com/Cottonbro Studio)

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Apakah riuhmu bak kicauan burung?
Titik bersaut tanpa ujung
Layaknya bising otak saling menggaung
Ramai lalu lalang pikiran bersinggung

Tampak diam mengalir tanpa gelombang
Ternyata menyimpan masalah segudang
Ukiran senyum manis bak topeng
Seakan dunia memelukmu tenang

Tangismu dalam kesulitan
Kau genggam pelan-pelan
Otak berputar menemui jalan
Dering waktu seolah-olah menertawakan

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team