Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[PUISI] Bara Panas

[PUISI] Bara Panas
ilustrasi api berkobar (pexels.com/Jay jay Redelinghuys)

Aku adalah api panas yang selalu membara saat menatapmu
Segala residu amarah memupuk subur kalbu
Maaf seribu maaf yang terlontar
Tak membuatku kian sadar

Aku adalah musim kemarau bagimu
Yang selalu memberi dahaga bagi jiwa
Menebar debu tebal di otakmu

Aku adalah rasa pedas yang menyiksa bibirmu
Dengan sumpah serapah yang kulontarkan
Bukan sebagai ajang balas dendam
Namun, hidupmu yang tak hangat tak butuh diberi hujan

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Rizka Putri Oktaviani
EditorRizka Putri Oktaviani
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Upacara Menghapus Diri

29 Mar 2026, 07:07 WIBFiction
[PUISI] Mencari Damai

[PUISI] Mencari Damai

29 Mar 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Kalian Bisa Apa?

[PUISI] Kalian Bisa Apa?

28 Mar 2026, 21:44 WIBFiction
[PUISI] Merekam Sumbang

[PUISI] Merekam Sumbang

28 Mar 2026, 20:52 WIBFiction
[PUISI] Kelam

[PUISI] Kelam

28 Mar 2026, 13:07 WIBFiction
[PUISI] Subuh yang Beku

[PUISI] Subuh yang Beku

28 Mar 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Suara Bertingkah

[PUISI] Suara Bertingkah

25 Mar 2026, 17:47 WIBFiction
[PUISI] Menang

[PUISI] Menang

25 Mar 2026, 06:28 WIBFiction