Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
[PUISI] Barangkali Memang Bukan Kita
ilustrasi merenung (unsplash.com/Alex Kei)

Dulu, kupikir kehilanganmu adalah akhir
Sebab, separuh harapku tumbuh di dekatmu
Aku menggenggam kenangan terlalu erat
Seakan waktu bisa membawamu kembali

Namun, waktu mengajarkanku perlahan
Bahwa tak semua yang dicintai harus dimiliki
Sebab, yang retak tak selalu minta dirasa
Ada kalanya, ia hanya perlu berakhir

Kini, aku tak lagi bertanya mengapa
Mengapa langkah kita harus berbeda arah
Mungkin takdir lebih tahu jawabnya
Tentang dua hati yang tak ditakdirkan bersama

Maka kulepaskan namamu dari doa-doaku
Bukan karena cintaku berubah menjadi benci
Melainkan karena aku mulai percaya pada takdir
Bahwa berpisah pun bisa menjadi kasih-Nya

Pergilah dengan segala kenangan yang ada
Aku pun akan melangkah tanpa menoleh lagi
Sebab, jika kita tak dituliskan bersama
Aku percaya Tuhan punya jalan yang lebih berarti

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

EditorYudha ‎