Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[PUISI] Benalu

[PUISI] Benalu
ilustrasi merenung (unsplash.com/Luca Tacinelli)

Ia di mataku adalah akar kehidupan
Menopang begitu banyak perasaan

Ia yang pundaknya sekokoh mahoni
Dengan bahu bidang yang nyaman ‘tuk peluk itu
T’lah memberiku cukup ruang dan kesempatan

Dan akhirnya aku sampai di sini,
Tergila-gila oleh tipu daya seorang pria
Karena manis sikapnya, lembut tutur katanya

Seolah jiwaku ini sudah takluk
Seperti benalu yang menaruh harap pada dahan
Apa yang dapat kuimpikan hanyalah kehadirannya

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Bintan Rahayu Anisah
EditorBintan Rahayu Anisah
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Menang

25 Mar 2026, 06:28 WIBFiction
[PUISI] Layu, Tapi Hidup

[PUISI] Layu, Tapi Hidup

25 Mar 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Merajut Laut Fajar

[PUISI] Merajut Laut Fajar

25 Mar 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Ruang Tersembunyi

[PUISI] Ruang Tersembunyi

23 Mar 2026, 20:27 WIBFiction
[PUISI] Luka yang Berbunga

[PUISI] Luka yang Berbunga

23 Mar 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Badut Tanpa Sirkus

[PUISI] Badut Tanpa Sirkus

22 Mar 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Subuh yang Beku

[PUISI] Subuh yang Beku

21 Mar 2026, 15:25 WIBFiction