Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

[PUISI] Biru yang Tak Bisa Dijelaskan

[PUISI] Biru yang Tak Bisa Dijelaskan
ilustrasi langit biru (pexels.com/Anurag Jamwal)
Share Article

Ada biru tinggal di langit petang,
tenang wajahnya, dalamnya memandang.
Tak mampu kata menyusun terang,
sebab rasanya terlalu datang.

Biru itu jatuh di mata hujan,
mengalir pelan bersama kenangan.
Seperti rindu tanpa tujuan,
diam-diam tumbuh dalam ingatan.

Kadang ia hadir di laut sunyi,
membawa sepi yang terasa abadi.
Tak berteriak, tak pula pergi,
namun menetap di dalam hati.

Dan ketika malam mulai luruh,
biru itu masih tampak utuh.
Menjadi rasa yang tak menyentuh,
namun mampu membuat jiwa runtuh.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Kidung Swara Mardika
EditorKidung Swara Mardika

Related Articles

See More

[PUISI] Detak Waktuku Berjalan Terlalu Cepat

13 Jun 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Pahat

[PUISI] Pahat

13 Jun 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Satu Persen

[PUISI] Satu Persen

11 Jun 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Menolak Padam

[PUISI] Menolak Padam

10 Jun 2026, 21:48 WIBFiction
[PUISI] Ulasan

[PUISI] Ulasan

10 Jun 2026, 21:27 WIBFiction
[PUISI] Jejak di Rute Lama

[PUISI] Jejak di Rute Lama

10 Jun 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Kupu-kupu Tua

[PUISI] Kupu-kupu Tua

09 Jun 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Sayap Itu Rapuh

[PUISI] Sayap Itu Rapuh

09 Jun 2026, 05:04 WIBFiction