Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

[PUISI] Niskala

[PUISI] Niskala
istockphoto.com/ oatawa
Share Article

Seteguk air mendarat bebas di kerongkongan
Membilasi keringnya panas dahaga
Menyegarkan kembali perasaan
Yang sempat hilang entah ke mana

Sambil sejenak menatap indahnya taman bunga matahari di depan
Juga mengingat-ingat beberapa adegan
Yang mungkin perlu disadari lebih dalam
Agar tak lagi datang salah paham

Maka, secarik surat ini segera kulipat
Lalu, kumasukkan ke dalam sekotak kertas putih
Kuantarkan langsung pada pukul empat
Sebagai tanda kasihku yang lebih

Balasan datang sangat kuharap
Tak lelahnya kudalam berdoa
Karena kuingin kembali menatap
Menatap dia untuk selama-lamanya

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ananda Zaura
EditorAnanda Zaura

Related Articles

See More

[PUISI] Sajak Presensi dan Hati yang Sangsi

13 Jun 2026, 14:07 WIBFiction
[PUISI] Pahat

[PUISI] Pahat

13 Jun 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Satu Persen

[PUISI] Satu Persen

11 Jun 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Menolak Padam

[PUISI] Menolak Padam

10 Jun 2026, 21:48 WIBFiction
[PUISI] Ulasan

[PUISI] Ulasan

10 Jun 2026, 21:27 WIBFiction
[PUISI] Jejak di Rute Lama

[PUISI] Jejak di Rute Lama

10 Jun 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Kupu-kupu Tua

[PUISI] Kupu-kupu Tua

09 Jun 2026, 05:25 WIBFiction