Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

[PUISI] Patah di Atas Aspal

[PUISI] Patah di Atas Aspal
Ilustrasi jalan aspal sunyi mencekam kelam. (unplash.com/Caden Bern)
Share Article

Aliran ketuban hitam menyengat tiang tenggorokan,
mengunggah paksa kepala ke ufuk timur yang bengkala.
Aku meringkuk di meja bundar, mengembun teduh,
saat langit meluapkan napasnya yang ganjil dan parau.

​Tegukan itu meremukkan angan yang kedaluwarsa;
menambal retak-retak sunyi pada kelingking hati.
Segala mentahannya harus kulumat habis,
mengisi tipu daya yang habis terpatuk jangkrik raksasa.

​Pelan-pelan, tumitku menyerang bumi dengan kejam,
membatu bak larva yang membeku di kaki gunung berapi.
Aku bukan lagi sekadar duduk;
Aku sedang bersiap, menerjang ombak yang terjal,
meski harus berpatah kaki di atas aspal yang banal.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ananda Zaura
EditorAnanda Zaura

Related Articles

See More

[PUISI] Sajak Presensi dan Hati yang Sangsi

13 Jun 2026, 14:07 WIBFiction
[PUISI] Pahat

[PUISI] Pahat

13 Jun 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Satu Persen

[PUISI] Satu Persen

11 Jun 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Menolak Padam

[PUISI] Menolak Padam

10 Jun 2026, 21:48 WIBFiction
[PUISI] Ulasan

[PUISI] Ulasan

10 Jun 2026, 21:27 WIBFiction
[PUISI] Jejak di Rute Lama

[PUISI] Jejak di Rute Lama

10 Jun 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Kupu-kupu Tua

[PUISI] Kupu-kupu Tua

09 Jun 2026, 05:25 WIBFiction