Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[PUISI] Berdamai dengan Diri

[PUISI] Berdamai dengan Diri
ilustrasi pria di malam hari (pexels.com/Kate Trush)

Angkasa itu meruah, tak ada yang tahu misterinya
Sekalipun bintang jatuh tetap saja panjatan mata penuh harap mengerjap
Jagat raya dengan ribuan pernak-perniknya
Tidak ada ujung yang pasti

Apa yang diandalkan ketika sekadar menengadah ke langit? 
Berporos pada waktu yang sama
Berotasi pada titik yang sama
Tak ada perubahan mengelana

Sudikah cakrawala membawa pahala?
Pada ruang hati yang remang, tak ada lalu lalang
Bukankah kau itu seorang pejuang perang
Yang menjaga wilayah, tapi tak mengenali dirinya sendiri
Satu langkah maju, damailah 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ken Ameera
EditorKen Ameera
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Sajak untuk Rindu yang Tak Pernah Selesai

23 Mar 2026, 22:52 WIBFiction
[PUISI] Ruang Tersembunyi

[PUISI] Ruang Tersembunyi

23 Mar 2026, 20:27 WIBFiction
[PUISI] Luka yang Berbunga

[PUISI] Luka yang Berbunga

23 Mar 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Badut Tanpa Sirkus

[PUISI] Badut Tanpa Sirkus

22 Mar 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Subuh yang Beku

[PUISI] Subuh yang Beku

21 Mar 2026, 15:25 WIBFiction
[PUISI] Anak Bawang

[PUISI] Anak Bawang

20 Mar 2026, 05:04 WIBFiction