Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[PUISI] Bertumbuh Bersama Duri

[PUISI] Bertumbuh Bersama Duri
ilustrasi hubungan toksik (pixabay.com/anemone)

Saat itu otakku kosong dan kehilangan arah

Aku tidak bisa memilih langkah yang benar

Alangkah malangnya nasibku saat ini

Masa depan yang cerah ternyata sudah pupus

 

Aku memilih si manusia hidup tanpa akal

Isi otaknya ternyata sudah tidak berfungsi

Hidupnya kacau dipenuhi akal bulus

Ruang lingkup sudah tertutup

 

Aku terjebak dengan akar masalah

Mirisnya itu bukan masalahku

Terjebak dengan sesuatu yang tidak aku ketahui

Nasibku sudah jadi bubur

 

Kata mereka aku manusia bodoh

Aku bilang ternyata buburnya enak

Tinggal dinikmati dan dikasih topping

Hidupku harus berjalan, bukan?

 

Setidaknya aku masih bernafas dan memiliki jawaban

Meskipun jawabannya gelap gulita.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Minar Pakpahan
EditorMinar Pakpahan
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Membangun Dunia dari Rak Buku

19 Mar 2026, 07:07 WIBFiction
[PUISI] Di Balik Kaca Toko

[PUISI] Di Balik Kaca Toko

17 Mar 2026, 21:17 WIBFiction
[PUISI] Ilusi Emosi

[PUISI] Ilusi Emosi

17 Mar 2026, 21:07 WIBFiction
[PUISI] Menahan Diri

[PUISI] Menahan Diri

16 Mar 2026, 21:07 WIBFiction
[PUISI] Perpustakaan Waktu

[PUISI] Perpustakaan Waktu

16 Mar 2026, 17:47 WIBFiction
[PUISI] Jejak Keruh

[PUISI] Jejak Keruh

16 Mar 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Menabung Kebaikan

[PUISI] Menabung Kebaikan

15 Mar 2026, 21:17 WIBFiction