[PUISI] Bukan Tentang Katak

Aku tak mengapa-mengapa
Hanya ingin melihat dunia
Dunia yang penuh bunga liar
Dunia yang penuh binatang tak tertebak
Aku tak mengapa-mengapa
Hanya ingin melihat mereka
Kolam dan eceng gondok yang disinari cahaya rembulan
Seekor makhluk hijau melompat
Hinggap di lengan
Meninggalkan lendir di atas kulit yang indah
Lalu kembali dengan suara ejekan
Aku membersihkan bekas katak
Berkali-kali
Namun malah meninggalkan goresan
Meninggalkan luka
Meninggalkan getir yang semakin menembus kulit
Katak itu tidak pergi
Masih di lengangku
Masuk dalam mimpi-mimpiku
Ia tak lepas
Orang-orang menatapku
Seolah melihat katak
Aku ingin memotong lenganku sekarang juga.
Samarinda, 8 Desember 2023
This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.


















