Hutan pernah berdiri seperti doa
Menjaga mata air di jantung rimba
Kini gergaji bernyanyi tanpa jeda
Dan burung kehilangan alamat pulangnya
Sungai menelan warna yang bukan miliknya
Laut memungut sampah dari tangan manusia
Udara membawa batuk dari kota ke kota
Sementara langit menyimpan amarah tanpa suara
Manusia membangun menara hingga menyentuh awan
Lalu lupa akar yang menopang kehidupan
Menghitung keuntungan dari tanah yang dikeruk
Tanpa menghitung masa depan yang ikut memburuk
Suatu hari alam tak perlu membalas
Cukup berhenti memberi apa yang biasa
Dan manusia akan mengerti dengan getir
Bahwa keserakahan bisa menjadi bencana bagi dirinya sendiri
![[PUISI] Bumi Menggugat Penghuninya](https://image.idntimes.com/post/20261016/pexels-vadimbraydov-37847150_4e9df89c-7db3-49c3-b431-5d45e326582d.jpg)