Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

[PROSA] Pasal Manusia Dewa

1 min read
[PROSA] Pasal Manusia Dewa
ilustrasi orang menatap ke depan (pexels.com/August de Richelieu)

Sampai pada kau pun menelan ludahmu sendiri yang telah basi. Lalu, orang-orang kembali menyadari, bukankah begitu telatah dari manusia yang menyebut dirinya sebagai dewa? Menari di atas penderitaan dan kesengsaraan yang tak kunjung reda, sebab korupsi, pungli birokrasi, hukum yang dijual-beli, ketimpangan yang menjadi-jadi.

Bencana pun ditunggangi oleh mereka yang tak punya nurani. Jerit tangisnya riuh dalam komodifikasi. Picik sekali permainan oleh jiwa-jiwa yang penuh angkara dan tak pernah kenyang. Pasalmu, pasal mereka, bahwa tiada kekuasaan selain kekuasaan yang diatur oleh penguasa. Tak ada keadilan nyata, yang berlaku hanyalah kehendak dari pemilik takhta.

    This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
    Share Article
    Editorial Team

    Di Balik Produksi Operasi Pesta Copet