Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

[PUISI] Bumi Menggugat Penghuninya

1 min read
[PUISI] Bumi Menggugat Penghuninya
ilustrasi suasana hutan setelah terjadi kebakaran (pexels.com/Vadim Braydov)
  • Puisi menggambarkan hutan yang ditebang, satwa kehilangan habitat, serta sungai, laut, dan udara tercemar akibat aktivitas manusia.
  • Manusia digambarkan mengejar pembangunan dan keuntungan dari pengerukan tanah, tetapi melupakan akar kehidupan serta dampaknya terhadap masa depan.
  • Alam tidak perlu membalas secara langsung; berhentinya sumber daya alam menjadi peringatan bahwa keserakahan dapat membawa bencana bagi manusia.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Hutan pernah berdiri seperti doa
Menjaga mata air di jantung rimba
Kini gergaji bernyanyi tanpa jeda
Dan burung kehilangan alamat pulangnya

Sungai menelan warna yang bukan miliknya
Laut memungut sampah dari tangan manusia
Udara membawa batuk dari kota ke kota
Sementara langit menyimpan amarah tanpa suara

Manusia membangun menara hingga menyentuh awan
Lalu lupa akar yang menopang kehidupan
Menghitung keuntungan dari tanah yang dikeruk
Tanpa menghitung masa depan yang ikut memburuk

Suatu hari alam tak perlu membalas
Cukup berhenti memberi apa yang biasa
Dan manusia akan mengerti dengan getir
Bahwa keserakahan bisa menjadi bencana bagi dirinya sendiri

    This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
    Share Article
    Editorial Team

    Di Balik Produksi Operasi Pesta Copet