Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[Puisi] Cahaya Ramadan

[Puisi] Cahaya Ramadan
ilustrasi suasana masjid saat ramadhan (pixabay.com/shafin_protic-16278454)

Datanglah bulan penuh cahaya,
membawa rahmat dari Yang Kuasa.
Sejuk embun di fajar suci,
menyapa hati yang haus nurani.

Sehari menahan, sebulan berjuang,
bukan sekadar lapar dan dahaga.
Tapi menundukkan nafsu gelap,
menjaga jiwa dari nista dan alfa.

Dalam sunyi, doa terucap,
dosa luruh di sujud malam.
Ramadan, cahaya yang suci,
menuntun hati menuju Ilahi.

S'moga Tuhan ridai langkah ini,
lahir-batin bersih kembali.
Dalam puasa, kita temukan,
makna hidup yang lebih bermakna.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Topics
Editorial Team
Tubagus Alamsyah
EditorTubagus Alamsyah
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Pelajaran dari Kulit Keriput Kakek

18 Apr 2026, 05:04 WIBFiction
[CERPEN] Sampai Mati

[CERPEN] Sampai Mati

17 Apr 2026, 06:38 WIBFiction
[PUISI] Sang Pemilih

[PUISI] Sang Pemilih

17 Apr 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Ritmeku Sendiri

[PUISI] Ritmeku Sendiri

15 Apr 2026, 17:47 WIBFiction
[PUISI] Sisa Tawa di Dada

[PUISI] Sisa Tawa di Dada

15 Apr 2026, 05:04 WIBFiction