Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[PUISI] Cahaya yang Bertahan

[PUISI] Cahaya yang Bertahan
ilustrasi seorang wanita yang menyendiri dalam kegelapan (pexels.com/Stacey Koenitz)

Gelap datang tanpa peringatan,
menyelimuti hati yang rapuh,
membawa dingin yang tak biasa,
dan sunyi yang terasa dalam.

Namun di balik gelap yang pekat,
ada secercah cahaya kecil,
yang tak mau padam begitu saja,
meski diterpa luka berkali-kali.

Ia mungkin tak terang menyilaukan,
namun cukup untuk menuntun langkah,
pelan-pelan keluar dari bayang,
menuju ruang yang lebih hangat.

Dan suatu hari, tanpa disadari,
cahaya itu akan tumbuh besar,
mengisi kembali ruang yang kosong,
dan menghidupkan harapan yang sempat hilang.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ananda Zaura
EditorAnanda Zaura
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Pendar Noktah Jiwa Renik

17 Apr 2026, 21:07 WIBFiction
[CERPEN] Sampai Mati

[CERPEN] Sampai Mati

17 Apr 2026, 06:38 WIBFiction
[PUISI] Sang Pemilih

[PUISI] Sang Pemilih

17 Apr 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Ritmeku Sendiri

[PUISI] Ritmeku Sendiri

15 Apr 2026, 17:47 WIBFiction
[PUISI] Sisa Tawa di Dada

[PUISI] Sisa Tawa di Dada

15 Apr 2026, 05:04 WIBFiction