Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

[PUISI] Cat Berwarna Gelap

[PUISI] Cat Berwarna Gelap
Unsplash/Benjamin Davies

Kecemasan menumpahkan cat berwarna gelap pada wajah dan tubuh malam.
Sementara degup-degup gelisah lahir dari rahim rembulan tua
yang sedang menjahit baju untuk kesepianku.

Orang-orang di luar sana, merayakan sedih dengan meminum kopi,
dan aku – ialah bubuk hitam yang larut di dalam gelas-gelas duka para pesakitan.

Lalu, pada malam-malam yang gamang.
Aku tetap berdiri di bawah lampu jalan yang pucat,
sambil menemani diriku – aku menuangkan iba pada wajah orang-orang,
mencurahkan lara pada prasangka orang-orang.

Sebab tiada guna lagi usia menampung tubuh
yang telah ringkih merengkuh hidup.

 


 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Arifina Budi A.
EditorArifina Budi A.
Follow Us

Related Articles

See More

[PUISI] Siap, Sungguh, Tahu

08 Mei 2026, 07:07 WIBFiction
[PUISI] Kepada Kegagalan

[PUISI] Kepada Kegagalan

07 Mei 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Pantang Terusir

[PUISI] Pantang Terusir

06 Mei 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Lampu Kota

[PUISI] Lampu Kota

05 Mei 2026, 17:47 WIBFiction
[PUISI] Lima Jenis Cinta

[PUISI] Lima Jenis Cinta

04 Mei 2026, 09:48 WIBFiction
[PUISI] Peluh yang Bersemi

[PUISI] Peluh yang Bersemi

04 Mei 2026, 05:04 WIBFiction