Cinta tanpa prinsip dan ideologi itu basi
Aku tak butuh kasih yang hanya mempersoalkan memiliki dan dimiliki
Yang sebatas kata manis kemudian padam ketika malam menjadi dingin dan anyir
Aku merindukan cinta yang revolusioner
Berakar pada fikrah, bukan sekadar formal
Cinta yang menggenggam erat integritas dan kebenaran
Di tengah perdebatan kekuasaan yang lancung
Di antara hukum yang pincang dan dangkal
Sebab, negara ini sedang sakit
Maka, cinta kita seharusnya bukan tempat bersembunyi
Aku menginginkan cinta yang tenang, tapi mampu membebaskan keadilan yang dibungkam
Melawan kelam, menolak tunduk dan pasrah pada apa-apa yang merusak
Aku menginginkan cinta yang bertumbuh
Yang tak bisa ditumbangkan oleh rezim yang culas, pun oleh tiran
![[PUISI] Cinta yang Revolusioner](https://image.idntimes.com/post/20261028/pexels-kevin-malik-9031746_da4c4ef0-0a64-40f9-b37a-fc1a3a1dbe0b.jpg)