Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
[PUISI] Cinta yang Revolusioner
ilustrasi orang membaca buku dengan serius (pexels.com/Kevin Malik)

Cinta tanpa prinsip dan ideologi itu basi
Aku tak butuh kasih yang hanya mempersoalkan memiliki dan dimiliki
Yang sebatas kata manis kemudian padam ketika malam menjadi dingin dan anyir
Aku merindukan cinta yang revolusioner
Berakar pada fikrah, bukan sekadar formal

Cinta yang menggenggam erat integritas dan kebenaran
Di tengah perdebatan kekuasaan yang lancung
Di antara hukum yang pincang dan dangkal

Sebab, negara ini sedang sakit
Maka, cinta kita seharusnya bukan tempat bersembunyi
Aku menginginkan cinta yang tenang, tapi mampu membebaskan keadilan yang dibungkam
Melawan kelam, menolak tunduk dan pasrah pada apa-apa yang merusak

Aku menginginkan cinta yang bertumbuh
Yang tak bisa ditumbangkan oleh rezim yang culas, pun oleh tiran

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team