Dinding masih tegak memeluk sepi,
Jendela terbuka menanti pagi.
Bukan rumah yang kehilangan penghuni,
Melainkan hati yang tak lagi kembali.

Meja berdebu, kursi membisu,
Foto lama menyimpan rindu.
Tak ada tawa yang menyambut waktu,
Hanya kenangan yang enggan berlalu.

Atap masih teduh saat hujan tiba,
Pintu masih hafal siapa yang pernah ada.
Namun, rumah tak mampu menahan mereka,
Yang memilih pergi tanpa kata.

Barangkali rumah tak pernah kehilangan,
Hanya manusia yang berubah haluan.
Sebab, yang paling menyakitkan dari perpisahan,
Adalah pulang ke tempat tanpa kehangatan.