Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[PUISI] Desakan sang Pecundang

[PUISI] Desakan sang Pecundang
ilustrasi pecundang (pexels.com/Steven Arenas)

Hendak berdiri untuk melayangkan angkuh
Pada lingkungan dengan dinding rapuh
Sejak kapan prinsip tercerai-berai?
Oleh pecundang yang kusut-masai

Melihat kembali desakan sang pecundang
Sekarang ia sedang bernyanyi riang
Atau berteriak dengan girang
Pencudang tersenyum dengan tatapan nyalang

Sang pecundang urung melangkah
Ia lebih memilih untuk bertingkah
Barangkali menciptakan lingkungan bubrah

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Mutiatuz Zahro
EditorMutiatuz Zahro
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Sajak untuk Rindu yang Tak Pernah Selesai

23 Mar 2026, 22:52 WIBFiction
[PUISI] Ruang Tersembunyi

[PUISI] Ruang Tersembunyi

23 Mar 2026, 20:27 WIBFiction
[PUISI] Luka yang Berbunga

[PUISI] Luka yang Berbunga

23 Mar 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Badut Tanpa Sirkus

[PUISI] Badut Tanpa Sirkus

22 Mar 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Subuh yang Beku

[PUISI] Subuh yang Beku

21 Mar 2026, 15:25 WIBFiction
[PUISI] Anak Bawang

[PUISI] Anak Bawang

20 Mar 2026, 05:04 WIBFiction