Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

[PUISI] Desakan sang Pecundang

[PUISI] Desakan sang Pecundang
ilustrasi pecundang (pexels.com/Steven Arenas)

Hendak berdiri untuk melayangkan angkuh
Pada lingkungan dengan dinding rapuh
Sejak kapan prinsip tercerai-berai?
Oleh pecundang yang kusut-masai

Melihat kembali desakan sang pecundang
Sekarang ia sedang bernyanyi riang
Atau berteriak dengan girang
Pencudang tersenyum dengan tatapan nyalang

Sang pecundang urung melangkah
Ia lebih memilih untuk bertingkah
Barangkali menciptakan lingkungan bubrah

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Mutiatuz Zahro
EditorMutiatuz Zahro
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Siap, Sungguh, Tahu

08 Mei 2026, 07:07 WIBFiction
[PUISI] Kepada Kegagalan

[PUISI] Kepada Kegagalan

07 Mei 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Pantang Terusir

[PUISI] Pantang Terusir

06 Mei 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Lampu Kota

[PUISI] Lampu Kota

05 Mei 2026, 17:47 WIBFiction
[PUISI] Lima Jenis Cinta

[PUISI] Lima Jenis Cinta

04 Mei 2026, 09:48 WIBFiction
[PUISI] Peluh yang Bersemi

[PUISI] Peluh yang Bersemi

04 Mei 2026, 05:04 WIBFiction