Kau adalah kata paling familiar
Namun terdengar asing di telinga
Seolah bibir terbiasa mengucap sapa
Namun telinga gagal dalam mencerna

Sedangkan bagimu ... akulah teka-teki
Seluruh ucap terlalu sukar kau pahami
Hingga jemu menjemputmu undur diri
Tanpa jejak, seolah tak lagi ingin dikenali

Sialnya, aku terlalu keras kepala
Kukejar bayangmu berbekal pelita
Memohon fana bermukim sedikit lebih lama
Walau sekadar dialog tak bernada

Namun, ratap tak diindahkan empunya
Dan rindu tersesat di jalan pulang
Jadi di sinilah kakiku berhenti
Di ruang yang dulu pernah kau gemari