Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

[PUISI] Enggan Pulang

[PUISI] Enggan Pulang
Ilustrasi kehidupan dan pohon (Pexels/Taryn Elliott)

Ikatan benang diserahkan meskipun kusut dalam untaian
Jarum emas ditancapkan
Dan benang dikubur dalam-dalam sebagai upaya pengorbanan

Hingga,
Tumbuh subur daun hijau
Berbunga dan berbuah rimbun
Menggoda bangsa untuk segera memetik hasilnya

Tapi,
Pohon enggan untuk menyerah
Bersama angin, ia rela menerbangkan bunga yang harum dan buah yang ranum
Ke tanah seberang yang ia percaya lebih berjasa dan memberikan segala

Ia lupa, bahwa petani mati di negerinya
Demi padi yang masuk ke dalam kepala
Alangkah berbangga ia bisa membaca peta
Meski tak tahu di mana letak tanah asalnya

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Annisa Puji Hastuti
EditorAnnisa Puji Hastuti
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Mendekap Ego

18 Mei 2026, 14:07 WIBFiction
[PUISI] Permata Pudar

[PUISI] Permata Pudar

18 Mei 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Merayakan Mimpi

[PUISI] Merayakan Mimpi

17 Mei 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Esok Tanpamu

[PUISI] Esok Tanpamu

17 Mei 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Bawa Aku Pergi

[PUISI] Bawa Aku Pergi

15 Mei 2026, 21:08 WIBFiction
[PUISI] Di Mana Suamiku?

[PUISI] Di Mana Suamiku?

15 Mei 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Senyum Kecil

[PUISI] Senyum Kecil

14 Mei 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Persimpangan Hari

[PUISI] Persimpangan Hari

13 Mei 2026, 10:07 WIBFiction