Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

[PUISI] Epilog Paling Ambigu

[PUISI] Epilog Paling Ambigu
ilustrasi kesendirian (pexel/cottonbro)
Share Article

Dari temu yang tak direncanakan

Lahir rasa yang berbatas pertemanan

Juga upaya yang ingin leburkan batas

Namun berakhir pisah yang dipaksakan

 

Kau dan aku belum berhasil

Kau dan aku belum menjadi kita

Belum tidak lantas gagal hanya saja terlambat

Tak ada lagi tali yang bisa mengikat

 

Sepucuk surat telah tiba

Tertanda lambaian tangan darimu

Mesin terbang telah membawamu melayang tinggi di kolong langit

Telah kau tinggalkan kota yang pernah jadi ruang temu

 

Lalu, apa yang tersisa?

Apa yang masih aku punya?

Sekotak kenangan untuk ku tangisi

Juga asa agar sosokmu lekas kembali

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Curated For You

[PUISI] Bumbu Cinta dalam Dapur Asmara

28 Jun 2022, 22:22 WIBFiction
Topics
Editorial Team
Rain Ananta
EditorRain Ananta

Related Articles

See More
[PUISI] Labirin Perasaan

[PUISI] Labirin Perasaan

02 Jul 2026, 21:08 WIBFiction
[PUISI] Persembahan

[PUISI] Persembahan

02 Jul 2026, 20:48 WIBFiction
[PUISI] Realitas Bayangmu

[PUISI] Realitas Bayangmu

02 Jul 2026, 16:47 WIBFiction
[PUISI] Nestapa Embun

[PUISI] Nestapa Embun

30 Jun 2026, 10:07 WIBFiction
[PUISI] Samudera Suci

[PUISI] Samudera Suci

30 Jun 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Pemain Curang

[PUISI] Pemain Curang

30 Jun 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Lambang Buram

[PUISI] Lambang Buram

29 Jun 2026, 17:47 WIBFiction