Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
[PUISI] Figuran Tanpa Nama
ilustrasi pemeran wanita membaca cerita naskah (Pexels.com/cottonbro studio)
  • Puisi menggambarkan tokoh lirik yang dianggap berlebihan saat menyuarakan luka, padahal ia merasa pihak lain menciptakan penderitaannya.
  • Tokoh lirik kehilangan tenaga dan suara dalam mengejar cita-cita, lalu mempertanyakan mengapa pena serta ungkapannya justru disalahkan.
  • Setelah realita diabaikan dan revisi tetap menuai kritik, tokoh lirik memilih meninggalkan cerita untuk menjadi figuran tanpa nama.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Mereka bilang ucapku hiperbola
Terlalu banyak sisipkan lara
Seakan-akan sedang mengais iba
Buatku tak mampu berkata-kata

Bukankah kalianlah pencipta neraka?
Perpanjang rentangku meraih cita
Hingga berdiri pun pupus tenaga
Mengapa malah salahkan pena?

Jadi kupadu padankan saja tema
Meski nantinya alinea fiksi semata
Dan aku benar-benar kehilangan suara
Toh, tak ada yang membaca realita

Namun saat kurombak sesuai revisi
Mengapa kritik terus menjadi-jadi?
Barangkali kucampakkan saja cerita
Lalu perankan figuran tanpa nama

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team