Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[PUISI] Gerimis di Kepala Patung

Ilustrasi patung wanita
Ilustrasi patung wanita (unsplash.com/Jamie Polivka)

Aku pernah menjadi manusia dalam doa seseorang
Kini hujanlah yang menepuk pundakku
Setiap tetes menulis ulang sejarahku
Tanpa tinta, tanpa pengakuan

Di taman ini, burung pun malas menatap
Mereka tahu, aku bukan bagian dari pagi
Lalu rumput tumbuh di kakiku seperti maaf yang basi
Dan angin meniup nama yang sudah mati

Ada suara yang memanggil, tapi hanya pantul
Irama kosong dari mulut langit
Aku ingin menjawab, tapi bibirku marmer
Beku oleh janji yang tak pernah datang

Gerimis berlama-lama di kepalaku
Seolah ingin membuatku mengerti
Bahwa terkadang, menjadi batu
Adalah satu-satunya cara untuk tidak runtuh

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Topics
Editorial Team
Nabila Inaya
EditorNabila Inaya
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Senja yang Menyisakan Tanya

31 Jan 2026, 05:15 WIBFiction
ilustrasi melangkah bebas

[PUISI] Mimpi Tanpa Batas

31 Jan 2026, 05:04 WIBFiction
ilustrasi laki-laki disabilitas di pinggir pantai

[PUISI] Berlari Tanpa Kaki

30 Jan 2026, 21:48 WIBFiction
ilustrasi pertarungan

[PUISI] Menyendiri

30 Jan 2026, 21:07 WIBFiction
Ilustrasi gambar orang duduk di kursi

[PUISI] Singgasana Sunyi

30 Jan 2026, 05:15 WIBFiction
ilustrasi seseorang melihat keluar dari jendela

[PUISI] Melebur Sekat

30 Jan 2026, 05:04 WIBFiction
ilustrasi kabut di hutan

[PUISI] Rumit Ke Pamit

29 Jan 2026, 20:27 WIBFiction
ilustrasi seorang perempuan berlarian di pinggir pantai

[PUISI] Terus Berlari

29 Jan 2026, 18:07 WIBFiction
ilustrasi pasangan yang sedang berjalan bersama

[PUISI] Seni Meraih Cinta

28 Jan 2026, 16:47 WIBFiction
ilustrasi burung hantu

[PUISI] Makhluk Malang

27 Jan 2026, 17:07 WIBFiction