[PUISI] Memungut Serpih Percaya

Aku memungut serpih percaya dari lantai hari,
pecahan kecil yang dulu jatuh dari genggaman.
Kutempelkan satu-satu pada dada yang retak,
agar hatiku ingat: patah bukan akhir jalan.
Di sela sesak yang tak sempat kuceritakan,
aku belajar menenangkan diri dengan sabar.
Kukejar lagi nyala yang sempat redup,
sebab hidup tak selalu butuh ramai untuk benar.
Kini aku berjalan dengan langkah yang lebih jujur,
tidak tinggi, tidak tergesa, tapi kukuh.
Jika esok kembali menguji, aku tahu caranya
memungut serpih percaya, lalu merangkai utuh.
This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.


















