Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[PUISI] Hanya Sebuah Doa

Pixabay.com/sasint
Pixabay.com/sasint

Gema kebahagiaan masih membungkus rumah tuanya kala itu
Alam dan lingkungan sekitar menyambut bahagia
Disuguhkannya semua hidangan di meja bambu
Senyum menyapa disetiap sudut yang sederhana

Dan ketika sepi itu menyapa waktu
Disambut jabat tangan dalam kebingungan
Antara kebanggaan dan perpisahan
Bangga iya bangga ucapnya
Tapi hatinya tergores sakit karna jarak menyapa

Nak...hanya doa yang ibu punya
Menemani mulai dari pijakan ini hingga kemana langkahmu disana
Sepanjang detakan jarum jam yang menari
Menyambut hari sukses dalam genggam tangan

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Topics
Editorial Team
Rinda Ratna Dewi
EditorRinda Ratna Dewi
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Sepasang Riang

17 Feb 2026, 21:07 WIBFiction
ilustrasi sahabat

[PUISI] Sahabat dalam Diam

17 Feb 2026, 05:15 WIBFiction
ilustrasi orang menyambut bulan Ramadan

[PUISI] Fajar Ramadan

16 Feb 2026, 06:15 WIBFiction
ilustrasi bunga jalanan

[PUISI] Bunga Jalanan

16 Feb 2026, 05:04 WIBFiction
ilustrasi seorang anak memegang lilin

[PUISI] Tak Ingin Redup

15 Feb 2026, 21:48 WIBFiction
Ilustrasi siluet senja

[PUISI] Serupa Senja

15 Feb 2026, 21:07 WIBFiction
ilustrasi kebaikan

[PUISI] Putaran Awal

15 Feb 2026, 20:17 WIBFiction
ilustrasi seseorang sedang merenung

[PUISI] Setelah Luka

13 Feb 2026, 21:07 WIBFiction