Di atas piring kecil, tersaji sepotong kue cokelat
Sunyi dari lilin, sorak, maupun perayaan
Untuk anak yang dulu menunda banyak keinginan
Karena hidup memberinya kesadaran akan batas

Mata menatap sebuah ceri merah
Anggun menetap di pucuk putih
Kupetik lebih dulu dengan ujung jari
Sebagai tanda ini benar-benar milikku

Suapan pertama menyentuh lidahku
Manis tak mampu menutup gemuruh di dada
Air mata jatuh, membuka masa yang lama kupendam
Sebab, aku tiba di hari yang dulu hanyalah impian