Manisnya rindu tak pernah terbalas
Gejolak rasa kian menggebu
Tiap malam menanti hadirnya hati
Tanpa harap, tanpa suara
Hanya angin datang menghampiri

Terbelenggu cinta yang sepihak
Pikiran kalut terbayang kenangan
Hati terkekang dalam diam panjang
Ingin bicara tapi lidah terhenti
Takut asing menghantui hati
Dan luka tumbuh sebelum harap lahir

Tak sanggup aku melupakan
Manis senyummu kusimpan dalam sunyi
Tatapanmu menembus lubuk hati
Membuatku kian mabuk kepayang
Dalam dunia yang hanya kutahu

Cintaku seperti bayangan,
Selalu ada, namun tak kau sadari
Aku hanya penonton setia
Duduk di kursi paling belakang
Menanti akhir cerita yang bahkan tak pernah dimulai