Hujan tak menunggumu berteduh sebelum turun
Topan tak menunggumu berpegangan sebelum meniup
Kematian tak menunggumu lanjut usia
Ruh mu ibarat burung di dalam sangkar
Hari demi hari, tahun demi tahun
Kau sibuk memperkaya
Seolah acuh dengan sekitar
Harapan Masa depan penuh Keinginan
Menantikan hari tua dengan khayalan
Kau berbaring tersenyum
Tak sadar sangkar mu tak lagi terkunci
Tersisa hitungan hari sampai hitungan detik yang tak pernah kau sadari
Kau tertidur dan tak bangun lagi.