Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

[PUISI] Hiruk Pikuk yang Memaksaku untuk Kembali Menyulam Isak

[PUISI] Hiruk Pikuk yang Memaksaku untuk Kembali Menyulam Isak
ilustrasi jalanan kota kecil (pixabay.com/THAM YUAN YUAN)
Share Article

Pada peristiwa yang kosong
seperti biasa
kita mengambil langkah
sejauh mungkin
dari "rumah". 

Tanah kelahiranku tercinta
sudah bersetubuh dengan para penguasa
kian lama kita berada
kian dekat dengan tiada. 

Riuh rendah suara
saling beradu bagai gasing 
di telingaku, 
sosokmu pun timbul dan lenyap. 

Petang telah berlalu
dan pagi sudah hilang nyawa
bersisa aku 
menyalakan lentera. 

    This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
    Share Article

    Curated For You

    Editorial Team