Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[PUISI] Hiruk Pikuk yang Memaksaku untuk Kembali Menyulam Isak

[PUISI] Hiruk Pikuk yang Memaksaku untuk Kembali Menyulam Isak
ilustrasi jalanan kota kecil (pixabay.com/THAM YUAN YUAN)

Pada peristiwa yang kosong
seperti biasa
kita mengambil langkah
sejauh mungkin
dari "rumah". 

Tanah kelahiranku tercinta
sudah bersetubuh dengan para penguasa
kian lama kita berada
kian dekat dengan tiada. 

Riuh rendah suara
saling beradu bagai gasing 
di telingaku, 
sosokmu pun timbul dan lenyap. 

Petang telah berlalu
dan pagi sudah hilang nyawa
bersisa aku 
menyalakan lentera. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Matthew Suharsono
EditorMatthew Suharsono
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Ruang yang Kini Menjadi Sunyi

10 Apr 2026, 07:07 WIBFiction
[PUISI] Bayang Tanpa Nama

[PUISI] Bayang Tanpa Nama

09 Apr 2026, 19:48 WIBFiction
[PUISI] Perjalanan Lara

[PUISI] Perjalanan Lara

09 Apr 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Asal Bapak Senang

[PUISI] Asal Bapak Senang

06 Apr 2026, 05:04 WIBFiction