Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

[PUISI] Hujan di Kota yang Terjaga

[PUISI] Hujan di Kota yang Terjaga
ilustrasi seseorang berjalan di tengah hujan (pexels.com/Soner Arkan)
Share Article

Malam menumpahkan rintik tanpa tanya
jalanan basah menelan jejak-jejak yang terburu
lampu-lampu menyala, tapi mata tetap sayu
mencari hangat dalam kota yang tak pernah tidur

Di sudut gang, seorang lelaki menimbang langkah
mimpinya tak selebat hujan yang jatuh
ia menunggu pagi dengan tangan menggenggam doa
meski harapan kadang lebih dingin dari aspal

Langit berbisik tentang janji yang pudar
tentang janji yang dikubur di bawah payung hitam
siapa yang mendengar, siapa yang percaya?
Mungkin hanya hujan, mungkin hanya malam

Dan esok, kota ini kembali berlari
meninggalkan kisah yang belum sempat terselesaikan
hujan akan kembali, begitu juga kita
berjalan lagi, meski basah, meski samar

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Topics
Editorial Team
Vita R
EditorVita R

Related Articles

See More

[PUISI] Punggung Bumi

30 Mei 2026, 21:12 WIBFiction
[PUISI] Rekam Jejak

[PUISI] Rekam Jejak

30 Mei 2026, 14:07 WIBFiction
[PUISI] Dompet Renta Ayah

[PUISI] Dompet Renta Ayah

28 Mei 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Selembar Pasrah

[PUISI] Selembar Pasrah

27 Mei 2026, 15:07 WIBFiction
[PUISI] Jubah Prasangka

[PUISI] Jubah Prasangka

27 Mei 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Tentang Mimpi

[PUISI] Tentang Mimpi

26 Mei 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Tolak Ukur

[PUISI] Tolak Ukur

25 Mei 2026, 21:07 WIBFiction