Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[PUISI] Ingkar

Murung
ilustrasi murung (pexels.com/Engin Akyurt)

Aku menunggu, dengan hati yang mulai redup
Lalu datang kabar seolah akan ada terang
Aku percaya, tanpa sempat bertanya
Namun, waktu hanya membawa hampa

Harapan yang dijanjikan tak pernah tiba
Aku kembali menatap luka yang sama
Dengan lelah yang semakin mendalam

Kini aku ragu, jika harapan lain mengetuk
Haruskah kubuka, atau kututup rapat?
Agar utuh, tanpa harus pecah sekali lagi

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ken Ameera
EditorKen Ameera
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Sahabat dalam Diam

17 Feb 2026, 05:15 WIBFiction
ilustrasi orang menyambut bulan Ramadan

[PUISI] Fajar Ramadan

16 Feb 2026, 06:15 WIBFiction
ilustrasi bunga jalanan

[PUISI] Bunga Jalanan

16 Feb 2026, 05:04 WIBFiction
ilustrasi seorang anak memegang lilin

[PUISI] Tak Ingin Redup

15 Feb 2026, 21:48 WIBFiction
Ilustrasi siluet senja

[PUISI] Serupa Senja

15 Feb 2026, 21:07 WIBFiction
ilustrasi kebaikan

[PUISI] Putaran Awal

15 Feb 2026, 20:17 WIBFiction
ilustrasi seseorang sedang merenung

[PUISI] Setelah Luka

13 Feb 2026, 21:07 WIBFiction
ilustrasi senja

[PUISI] Lirih Jingga

13 Feb 2026, 05:04 WIBFiction
ilustrasi berdoa

[PUISI] Menyeduh Sabar

12 Feb 2026, 19:47 WIBFiction