Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

[PUISI] Ingkar

[PUISI] Ingkar
ilustrasi murung (pexels.com/Engin Akyurt)
Share Article

Aku menunggu, dengan hati yang mulai redup
Lalu datang kabar seolah akan ada terang
Aku percaya, tanpa sempat bertanya
Namun, waktu hanya membawa hampa

Harapan yang dijanjikan tak pernah tiba
Aku kembali menatap luka yang sama
Dengan lelah yang semakin mendalam

Kini aku ragu, jika harapan lain mengetuk
Haruskah kubuka, atau kututup rapat?
Agar utuh, tanpa harus pecah sekali lagi

    This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
    Share Article

    Curated For You

    Editorial Team