Jingga sore berbisik lirih di tepi senja,
Matahari merunduk seperti doa yang kelelahan
Angin menenun rindu pada dahan-dahan waktu,
Sementara langit mengulum rahasia yang nyaris jatuh

Bayang-bayang berjalan tanpa kaki,
Menyusuri aspal ingatan yang retak,
Memungut cahaya dengan telapak harap,
Namun, hangatnya menguap jadi abu sabar

Awan menjahit luka dengan benang temaram,
Menutup robeknya hari yang tak sempat pulang,
Detik berdetak seperti palu nasib,
Memaku sunyi pada dada yang terlalu luas