Ada sebuah jendela
yang tak pernah benar-benar tertutup,
membiarkan angin masuk perlahan
membawa kabar dari luar kehidupan.
Di baliknya, seseorang pernah menunggu,
menghitung senja yang berlalu,
berharap ada sesuatu yang datang
untuk mengusir sepi yang panjang.
Hujan pernah singgah di kacanya,
meninggalkan jejak yang perlahan menghilang.
Begitu pula luka yang pernah ada,
meski tak semuanya mudah dilupakan.
Namun jendela itu tetap terbuka,
membiarkan cahaya menyentuh ruangannya.
Seolah ingin berkata kepada hati
bahwa dunia masih layak disambut kembali.
Sebab tak selamanya masa lalu
harus menjadi alasan untuk mengunci pintu.
Kadang, kita hanya perlu memberi ruang
agar harapan menemukan jalan pulang.
Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
[PUISI] Jendela yang Selalu Terbuka
![[PUISI] Jendela yang Selalu Terbuka](https://image.idntimes.com/post/20261021/1000146384_83aafc06-74c2-4230-9668-d29db5420088.jpg)
ilustrasi jendela yang terbuka (pexels.com/Jan van der Wolf)
Take a Deeper Read
This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Curated For You
- Perempuan Penggerak Koperasi Tangguh di Tepi Rel20 Oct 2026, 09:20 WIB
- [PUISI] Kepada Kegagalan07 May 2026, 05:25 WIB
- Dipa Andika Bongkar Soal Perizinan dan Produksi Operasi Pesta Copet di Pestapora04 Sep 2026, 08:59 WIB
- [PUISI] Setiap Kata Adalah Semangat13 Nov 2025, 20:26 WIB
Editorial Team
EditorNabila Inaya
Related Article
[PUISI] Rintik yang Pulang Setelah Penantian24 Oct 2026, 05:25 WIB
[PUISI] Janji Manis Dewa Petir yang Menyambar Kewarasan24 Oct 2026, 05:04 WIB
[PUISI] Bangku Tua di Ujung Taman23 Oct 2026, 21:07 WIB
[PUISI] Asa Berperi23 Oct 2026, 20:07 WIB
[PUISI] Bencana di Balik Angka23 Oct 2026, 18:07 WIB
[PUISI] Jendela yang Selalu Terbuka23 Oct 2026, 05:25 WIB
[PUISI] Anak Kecil Itu Sudah Mati23 Oct 2026, 05:04 WIB
[PUISI] Melodi yang Kehabisan Kata22 Oct 2026, 21:07 WIB
[PUISI] Juang Tanpa Henti22 Oct 2026, 20:17 WIB
[PUISI] Figuran Tanpa Nama22 Oct 2026, 10:07 WIB
[PUISI] Mengukir Luka Baru22 Oct 2026, 08:18 WIB
[PUISI] Sungai yang Tidak Melawan Batu22 Oct 2026, 05:25 WIB
[PUISI] Ketika Sarang Menjadi Abu22 Oct 2026, 05:04 WIB
[PUISI] Tetaplah Jatuh Cinta Walau Negara Porak-Poranda22 Oct 2026, 01:10 WIB
[PUISI] Asap Kalimantan dan Wajah-Wajah yang Berpaling22 Oct 2026, 00:19 WIB
[PUISI] Terima Kasih Hidup21 Oct 2026, 21:07 WIB
[PUISI] Benar Pada Akhirnya21 Oct 2026, 20:07 WIB
[PUISI] Tak Semua Cinta Berujung Bahagia21 Oct 2026, 18:47 WIB
[PUISI] Barangkali Memang21 Oct 2026, 05:44 WIB
[PUISI] Tidak Setengah Langkah21 Oct 2026, 05:25 WIB