Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[PUISI] Jiwa yang Jauh

[PUISI] Jiwa yang Jauh
ilustrasi orang (pexels.com/Sebastian Voortman)

Saat ini pengemudi otomobil ribuan kilometer tak menemukan lampu lalu lintas 
Tiba di persimpangan, memilih turun dari kendaraan 
Karena kehilangan bahan bakar
Ia berlutut mengeluarkan butir-butir garam
Tak rela tiket pulang sudah berakhir

Jiwa terjebak di daratan berlubang
Mengusahakan jauh dari terperosok 
Memori menampar, mendambakan dekapan 
Tubuh rapuhnya melepaskan jati diri di kemacetan
Seperti terkubur dengan penggalian tanpa penerangan

Meski secercah 
Di tengah keraguan
Nyanyian klakson
Biarkan tangan tak terlihat menarik keberanian untuk berlari

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ananda Zaura
EditorAnanda Zaura
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Sebongkah Es

03 Apr 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Lahan Basah

[PUISI] Lahan Basah

02 Apr 2026, 22:22 WIBFiction
[PUISI] Rahasia Pagi

[PUISI] Rahasia Pagi

02 Apr 2026, 21:07 WIBFiction
[PUISI] Bahasa Air Mata

[PUISI] Bahasa Air Mata

01 Apr 2026, 21:22 WIBFiction
[PUISI] Reruntuhan Cahaya

[PUISI] Reruntuhan Cahaya

01 Apr 2026, 05:04 WIBFiction