Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[PUISI] Kata-Kata dari Sebuah Dinding kepadaku

[PUISI] Kata-Kata dari Sebuah Dinding kepadaku
ilustrasi dinding (pexels.com/@gabby-k)

Aku tiba lebih dulu dibanding kematian

Aku tiba lebih dulu dibanding keputusasaan

Aku tiba lebih dulu dibanding kehampaan

Saat tawa lebih mewarna daripada memuram

Saat belum berjalan ke titik pedih

Sampai aku memuncak kecewa

Lalu berlari menuju ruang luka

"Kau tak bisa diobati"

Kata dinding yang kuajak bicara

Berisik pula kenyataan yang disampaikannya

Kumarahi saja ia

Sialnya, aku tak sembuh juga

Tertawa pula dinding angkuh itu

Ah, aku pun ikut tertawa

Jika luka tetap mengaga

Bersama dinding itu aku memilih gila

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Yudha ‎
EditorYudha ‎
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Kita yang Salah Waktu

23 Feb 2026, 12:47 WIBFiction
[PUISI] Luka yang Berjalan

[PUISI] Luka yang Berjalan

23 Feb 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Kepada Hati

[PUISI] Kepada Hati

22 Feb 2026, 20:27 WIBFiction
[PUISI] Asa Tersisa

[PUISI] Asa Tersisa

22 Feb 2026, 05:15 WIBFiction
[PUISI] Buat Apa Bersuara?

[PUISI] Buat Apa Bersuara?

22 Feb 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Cangkir Biru

[PUISI] Cangkir Biru

20 Feb 2026, 13:48 WIBFiction
[PUISI] Koma di Ujung Doa

[PUISI] Koma di Ujung Doa

20 Feb 2026, 05:15 WIBFiction