Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[PUISI] Kanvas yang Terluka

[PUISI] Kanvas yang Terluka
ilustrasi lukisan (pexels.com/Anni Roenkae)

Semoga kamu suka
Aku melukis seni di hidungmu
Meski hasilnya bukan sebuah karya puitis, aku percaya ini tak kalah manis
Sudahi kala sedihmu itu, aku tak ingin air mata menjadi penghalang paras

Saat goresan kuas ini meleburkan warna abstrak, terlihat detail yang rusak
Aku membuat gerakan jemari yang berdansa, membuatnya berbalik tidak sama
Aku berhasil, aku tidak gagal, membuat detail wajahmu yang kekal

Saat akan mengantarnya, sialnya lukisan ini terjatuh
banyak goresan luka yang menutupi seni di wajahmu
dentuman saat terjatuh terasa sangat melekit di perasaan
dan aku, terlambat menceritakan ini semua kepadamu

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ken Ameera
EditorKen Ameera
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Harap yang Berkabung

14 Apr 2026, 21:07 WIBFiction
[PUISI] Ladang Bancakan

[PUISI] Ladang Bancakan

13 Apr 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Sempurna

[PUISI] Sempurna

12 Apr 2026, 17:48 WIBFiction
[PUISI] Asing

[PUISI] Asing

12 Apr 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Sahabat Bertumbuh

[PUISI] Sahabat Bertumbuh

11 Apr 2026, 20:28 WIBFiction
[PUISI] Kepada Hari Jumat

[PUISI] Kepada Hari Jumat

11 Apr 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Tak Punya Kuasa

[PUISI] Tak Punya Kuasa

11 Apr 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Bilik Nostalgia

[PUISI] Bilik Nostalgia

10 Apr 2026, 17:48 WIBFiction