Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[PUISI] Cangkir Biru

[PUISI] Cangkir Biru
Cangkir (unsplash.com/Jakub Dziubak)

Cangkir biru itu masih setia di sudut meja
Menampung segala tanya yang tak kunjung usai
Ia saksi bisu saat senja jatuh di ujung jari
Dan kau menuang luka menjadi teguk yang pahit

Ada warna laut yang melekat di pori-porinya
Mengingatkan pada ombak yang tak pernah kembali
Kau genggam hangatnya, seolah ingin memeluk
Semua kenangan yang dingin dan mulai menguap

Suatu pagi, kau temukan ia retak di bibirnya
Sebuah garis tipis, seperti senyum yang kau paksakan
Namun kau tetap menuang harapan ke dalamnya
Berharap ia tak bocor, tak juga pecah

Cangkir biru itu kini lebih dari sekadar benda
Ia adalah ruang di mana hati belajar sembunyi
Dan setiap kali kau teguk yang tersisa
Kau sadar, yang manis selalu meninggalkan endapan

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Atqo Sy
EditorAtqo Sy
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Hari Ini, Aku Berani Lagi

15 Apr 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Sisa Tawa di Dada

[PUISI] Sisa Tawa di Dada

15 Apr 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Ladang Bancakan

[PUISI] Ladang Bancakan

13 Apr 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Sempurna

[PUISI] Sempurna

12 Apr 2026, 17:48 WIBFiction
[PUISI] Asing

[PUISI] Asing

12 Apr 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Sahabat Bertumbuh

[PUISI] Sahabat Bertumbuh

11 Apr 2026, 20:28 WIBFiction
[PUISI] Kepada Hari Jumat

[PUISI] Kepada Hari Jumat

11 Apr 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Tak Punya Kuasa

[PUISI] Tak Punya Kuasa

11 Apr 2026, 05:04 WIBFiction