Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[PUISI] Kemanusiaan Telah Mati

[PUISI] Kemanusiaan Telah Mati
ilustrasi ayah memeluk anaknya di depan tenda pengungsian (pexels.com/Ahmed akacha)

Bebas melangkah tanpa bayang peluru
Tak perlu was-was merancang masa depan
Tertawa riang dengan perut kenyang
Hidup kita penuh rencana, penuh harapan

Di bawah cakrawala yang sama
Di tepian laut yang dirasa jauh
Ribuan anak tidur dalam lapar
Menangis pelan, menahan nyeri yang bisu

Sang Ayah menyambung napas di medan lapar
Diburu saban hari demi sekarung pangan
Kadang pulang bertangan hampa
Kadang pulang tinggal nama

Mereka manusia, sama seperti kita
Tapi mengapa masih ada yang membeda?
Apakah nyawa kita lebih mahal harganya?
Apakah kenyamanan pantas dibangun di atas derita?

Jika tak segores iba pun tergerak di dadamu
Mungkin kamu telah kehilangan manusiamu.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Topics
Editorial Team
Nabila Inaya
EditorNabila Inaya
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Subuh yang Beku

21 Mar 2026, 15:25 WIBFiction
[PUISI] Anak Bawang

[PUISI] Anak Bawang

20 Mar 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Di Balik Kaca Toko

[PUISI] Di Balik Kaca Toko

17 Mar 2026, 21:17 WIBFiction
[PUISI] Ilusi Emosi

[PUISI] Ilusi Emosi

17 Mar 2026, 21:07 WIBFiction
[PUISI] Menahan Diri

[PUISI] Menahan Diri

16 Mar 2026, 21:07 WIBFiction
[PUISI] Perpustakaan Waktu

[PUISI] Perpustakaan Waktu

16 Mar 2026, 17:47 WIBFiction
[PUISI] Jejak Keruh

[PUISI] Jejak Keruh

16 Mar 2026, 05:04 WIBFiction