Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[PUISI] Lamunan

[PUISI] Lamunan
hdqwalls.com

Tiada jemari

yang menari

di genggaman

Tiada bisik

yang mengusik

keresahan

Tiada damai

yang merantai

saat hari ini usai

Waktu tak bergegas

berhenti memintamu

meminta, suaramu yang tegas

mengendap masuk ke bilik kalbu

Ruang menggertak

meminta tubuhmu bergerak

memeluk, dengan kasih yang sesak

hingga paru ini kosong oleh udara

hingga bibir ini tak lagi bersuara

kau tetap sang juara

semoga esok kita kan bersua

Ingin kusandarkan kepala ini di bahumu

mendengarkan kau bercerita tentang peliharaanmu yang lucu

atau sekedar menikmati siraman hangat lembayung senja seperti dahulu

Sekarang kita biarkan ruang kosong ini menghiasi hari-hari

walau harus dihantui bayang semu dirimu setiap pagi

aku berjanji kan setia menanti

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Topics
Editorial Team
Arifina Budi A.
Syahrul Rachmad Wijaya
Arifina Budi A.
EditorArifina Budi A.
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Restoran yang Pernah Ia Janjikan

22 Mar 2026, 14:25 WIBFiction
[PUISI] Badut Tanpa Sirkus

[PUISI] Badut Tanpa Sirkus

22 Mar 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Subuh yang Beku

[PUISI] Subuh yang Beku

21 Mar 2026, 15:25 WIBFiction
[PUISI] Anak Bawang

[PUISI] Anak Bawang

20 Mar 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Di Balik Kaca Toko

[PUISI] Di Balik Kaca Toko

17 Mar 2026, 21:17 WIBFiction
[PUISI] Ilusi Emosi

[PUISI] Ilusi Emosi

17 Mar 2026, 21:07 WIBFiction
[PUISI] Menahan Diri

[PUISI] Menahan Diri

16 Mar 2026, 21:07 WIBFiction