Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

[PUISI] Madah Duri dan Darah

[PUISI] Madah Duri dan Darah
ilustrasi salib (pexels.com/Alem Sánchez)
Share Article

Langit muram berselimut duka,

matahari enggan bersua jua,

di puncak Golgota, tubuh tergantung,

di antara bumi dan semesta yang hening.

Paku-paku berpadu duri lirih,

di tangan kasih yang tak membalas,

darah-Nya jatuh laksana mantra sunyi,

membasuh luka zaman yang gemuruh.

Salib pun menjelma takhta,

Raja tak bermahkota,
hanya duri dan cela yang menggurat,

kasih-Nya tak terperdaya laknat.

"Sudah selesai," bisik-Nya menembus mega,

tirai bait suci terbelah rapi,

bumi bergetar dalam ratap sunyi,

dosa dibayar dalam sepi abadi.

Jumat berselimut kelam,

inikah senandika penghabisan,

namun di darah-Mu tumbuh harap,

di maut-Mu, hidup pun menang.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ken Ameera
EditorKen Ameera

Related Articles

See More

[PUISI] Pengagum Layar Kaca

18 Jun 2026, 21:17 WIBFiction
[PUISI] Jurang

[PUISI] Jurang

18 Jun 2026, 16:47 WIBFiction
[PUISI] Parade Rasa

[PUISI] Parade Rasa

17 Jun 2026, 15:07 WIBFiction
[PUISI] Tak Tersentuh

[PUISI] Tak Tersentuh

16 Jun 2026, 21:07 WIBFiction
[PUISI] Segenggam Getar

[PUISI] Segenggam Getar

16 Jun 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Pergi ke Matahari

[PUISI] Pergi ke Matahari

16 Jun 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Rindu Tak Bertuan

[PUISI] Rindu Tak Bertuan

15 Jun 2026, 21:07 WIBFiction