Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[PUISI] Malam Terakhir untuk Bunga

[PUISI] Malam Terakhir untuk Bunga
Pixabay

Kakiku rasanya belum menapak pada bumi
Semua masih terasa seperti mimpi

Tak ada yang berbeda malam itu
Aku masih menemui senyum yang sama
Merasakan detak cinta yang sama

Tak pernah ada dalam bayangku tentang sebuah kehilangan
Kupikir waktu untuk kita masih panjang

Senda gurau dan celotehan manis kita malam itu menjadi momen terakhir kebersamaan kita
Aku pikir kita akan menemui pagi bersama
Nyatanya hatiku berkabung
Kehilangan separuh jiwanya

Mungkin sudah banyak perpisahan yang kita lewati, tapi hanya sekadar berbicara jarak
Kali ini perpisahan kita akan menguras rinduku, karena ragamu takkan pernah lagi lembali bersamaku

Biarkan aku menangis
Saat ini ketegaran hati takkan menyelamatkanku
Aku hanya bisa berjanji akan baik-baik saja setelah ini

Aku tak tahu apa yang akan kuhadapi hari esok tanpamu
Karena hatiku masih tersesat pada malam terakhir kita
Berharap bisa membawamu pulang bersamaku lagi

Jakarta, 19 Februari 2020
© Chesamstory

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Caroline Sambuaga
EditorCaroline Sambuaga
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Permohonan Pengagum Paling Setia

15 Mar 2026, 19:22 WIBFiction
[PUISI] Memakan Senyap

[PUISI] Memakan Senyap

14 Mar 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Bumi Tanpa Gemuruh

[PUISI] Bumi Tanpa Gemuruh

13 Mar 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Menunggu Lebaran

[PUISI] Menunggu Lebaran

12 Mar 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Makhluk Tersisih

[PUISI] Makhluk Tersisih

12 Mar 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Langit Gemuruh

[PUISI] Langit Gemuruh

11 Mar 2026, 05:04 WIBFiction