Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[PUISI] Memeluk Angan

[PUISI] Memeluk Angan
ilustrasi perempuan dan angin (pexels.com/Gelatin)

Ada banyak alasan mengapa angin malam sulit masuk
Kedatangannya memang menentramkan jiwa
Sayang, mereka datang untuk menusuk para pengemis kasih
Hingga aku lupa bagaimana rasanya dimiliki

Semoga tak ada lagi kisah semu di antara mahluk
Meskipun aku tahu bahwa rasanya tak sama
Bahkan rupanya pun berbeda
Jika dibandingkan dengan rayuan bulan, merekalah yang paling ulung

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Lena Latipah
EditorLena Latipah
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Memulai Tanpa Sorak

04 Mar 2026, 05:15 WIBFiction
[PUISI] Kelam Malam Silam

[PUISI] Kelam Malam Silam

04 Mar 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Menitip Doa

[PUISI] Menitip Doa

03 Mar 2026, 05:15 WIBFiction
[PUISI] Bius Standar Ganda

[PUISI] Bius Standar Ganda

02 Mar 2026, 13:07 WIBFiction
[PUISI] Jiwa yang Lapuk

[PUISI] Jiwa yang Lapuk

02 Mar 2026, 05:15 WIBFiction
[PUISI] Hilang

[PUISI] Hilang

01 Mar 2026, 21:07 WIBFiction
[PUISI] Kopi Tanpa Asap

[PUISI] Kopi Tanpa Asap

01 Mar 2026, 07:07 WIBFiction
[PUISI] Kepada Ibu

[PUISI] Kepada Ibu

28 Feb 2026, 05:15 WIBFiction
[PUISI] Untuk Anakku

[PUISI] Untuk Anakku

27 Feb 2026, 05:15 WIBFiction