Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

[PUISI] Menanti Ayah Datang

[PUISI] Menanti Ayah Datang
ilustrasi anak dan ibu (Pexels.com/Gustavo Fring)

Usai kabar bahwa ayah sang anak datang via telepon

Aku bergegas pulang tanpa mengganggu ibu dan anak

Yang tengah merias wajah agar tampak cantik

Meski hanya di hadapan kamera

 

Aku mengendarai motor dengan lega

Sambil membayangkan sang anak akan bermimpi

Setelah melihat wajah ayahnya yang bercucur keringat

 

Setibanya di rumah, aku mendapatkan pesan yang lengking

Yang sulit dihentikan meski kutimang dalam pangkuan

Meski kubujuk dengan penuh rayuan

 

Pesan lengking itu berasal dari sang anak

Katanya, ayah tak kunjung datang via telepon

Meski telah menerima pesan rindu

Dari ibu yang menghapus rias dengan air mata

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ridlo M
EditorRidlo M
Follow Us

Related Articles

See More

[PUISI] Menahan Senja agar Tak Lekas Jingga

06 Mei 2026, 10:58 WIBFiction
[PUISI] Pantang Terusir

[PUISI] Pantang Terusir

06 Mei 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Lampu Kota

[PUISI] Lampu Kota

05 Mei 2026, 17:47 WIBFiction
[PUISI] Lima Jenis Cinta

[PUISI] Lima Jenis Cinta

04 Mei 2026, 09:48 WIBFiction
[PUISI] Peluh yang Bersemi

[PUISI] Peluh yang Bersemi

04 Mei 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Terbentur Rasa

[PUISI] Terbentur Rasa

03 Mei 2026, 21:07 WIBFiction
[PUISI] Gadai Percaya

[PUISI] Gadai Percaya

03 Mei 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Hamparan Semu

[PUISI] Hamparan Semu

01 Mei 2026, 21:27 WIBFiction