Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

[PUISI] Menunggu dalam Kesunyian

[PUISI] Menunggu dalam Kesunyian
pexels.com/Rakicevic Nenad
Share Article

Masih di sore hari

Bersama rumput hijau yang bergoyang

Dan cantiknya bunga mawar

Disertai bunyi jarum jam tangan yang tak pernah berhenti

 

Disini aku duduk

Dan melamun tiada arah

Menunggu sebuah jawaban yang telah ia janjikan tadi malam

Aku yakin, dia mustahil berbohong

 

Tiba-tiba matahari berjalan ke arah barat dan menatapku

Mungkin dia terheran-heran melihatku yang dari tadi diam disini

Aku menolehkan pandangan kepadanya sambil meninggalkan senyuman

Sebagai isyarat aku baik-baik saja

 

Aku masih menunggu dan terus menunggu disini

Hingga datanglah bulan menghampiriku

Sambil tersenyum sebagai isyarat kabar baik

 

Dan memang benar

Akhirnya dia datang

Meski dengan wujud yang berbeda

Aku peluk dia dengan erat

Sambil bermandikan darah

 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Topics
Editorial Team
Lena Latipah
EditorLena Latipah

Related Articles

See More

[PUISI] Aku Tumbuh dari Luka yang Diberi Ayah

20 Jun 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Pukul Tujuh Pagi

[PUISI] Pukul Tujuh Pagi

19 Jun 2026, 11:07 WIBFiction
[PUISI] Jurang

[PUISI] Jurang

18 Jun 2026, 16:47 WIBFiction
[PUISI] Parade Rasa

[PUISI] Parade Rasa

17 Jun 2026, 15:07 WIBFiction
[PUISI] Tak Tersentuh

[PUISI] Tak Tersentuh

16 Jun 2026, 21:07 WIBFiction