Ia menenun sunyi menjadi jubah kehidupan
Merajut jarak dari benang-benang ketakutan
Tak dibiarkannya jemari asing menyentuh perasaan
Sebab baginya, kedekatan adalah awal perpisahan
Ia tak lagi menyalakan pelita untuk siapa pun
Tak menantikan langkah yang datang dari kejauhan
Di atas altar kesunyian, ia bersimpuh seorang diri
Melafalkan doa-doa yang tak membutuhkan saksi
Baginya, percakapan hanyalah riuh yang melelahkan
Sedangkan kehadiran adalah kemungkinan kehilangan
Maka ia memilih menjadi pulau di tengah lautan
Indah dipandang, tetapi tak mengizinkan siapa pun berlabuh dan menetap